Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Rindu Hujan

Bumi menatap langit Dilihatnya langit cerah Matahari sedang bahagia Berseri-seri sepanjang hari Kemana perginya awan hitam? Mungkin sedang tertidur Enggan dibangunkan Mungkin sedang mimpi indah Angin sedang bercanda dengan pohon Tawanya menerbangkan daun-daun Tanah sedang sedih Dia rindu hujan Kenapa hujan tak kunjung datang? Dia sudah menunggu lama Oh..dia lupa Tak ada yang berjanji dia akan datang Tapi Mungkin besok Atau lusa Atau minggu depan Atau tahun depan Hujan akan datang Dia tidak akan lupa berkunjung kemari bukan? Dan pelangi akan ikut serta Tanah akan tersenyum Pohon akan tumbuh Bunga-bunga akan mekar Anak-anak akan bahagia Menari dibawah hujan diiringi gelak tawa.. Sampai mereka dipanggil Untuk segera masuk rumah.. Ibu takut mereka sakit Tapi tetap saja Hujan terlalu menarik Sayang untuk dilewatkan

DIA YANG TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA

Hening Kosong Dia berjalan menuju cermin Dia berdiri disana Mendekat kearah cermin Ditatapnya dirinya disana Ditatapnya mata itu Hai siapa kamu? tanyanya Aku adalah kamu dan kamu adalah aku jawabnya Mengapa kamu memasang wajah seperti itu? tanyanya lagi Lihat wajah kusut itu, lihat mata itu..seperti bukan kamu..katanya Dia terdiam.. Lalu, beberapa kali menarik napas panjang Seperti ada beban berat disana "Aku lelah" Jawabnya memecah hening Berkeluh kesahlah Tapi katanya tidak boleh mengeluh? Tapi apa mungkin manusia tak mengeluh? Hening Dia memutar keran air Dia membasuh wajahnya dengan air beberapa kali Lalu kembali menatap kearah cermin Kamu terlalu payah Payah katamu? Bukankah selama ini kamu sendiri yang bilang..bahwa kamu kuat, kamu bisa, dan tidak akan pernah berputus asa? Bukankah kamu sendiri yang berjanji untuk tidak menangis dalam keadaan sulit? Hening kembali Lelahmu itu hanya butuh jeda Jeda untuk dirimu yang selama ini terlalu ...