Langsung ke konten utama

DIA YANG TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA

Hening
Kosong
Dia berjalan menuju cermin
Dia berdiri disana
Mendekat kearah cermin
Ditatapnya dirinya disana
Ditatapnya mata itu
Hai siapa kamu? tanyanya
Aku adalah kamu dan kamu adalah aku jawabnya
Mengapa kamu memasang wajah seperti itu? tanyanya lagi
Lihat wajah kusut itu, lihat mata itu..seperti bukan kamu..katanya
Dia terdiam..
Lalu, beberapa kali menarik napas panjang
Seperti ada beban berat disana

"Aku lelah"
Jawabnya memecah hening
Berkeluh kesahlah
Tapi katanya tidak boleh mengeluh?
Tapi apa mungkin manusia tak mengeluh?

Hening

Dia memutar keran air

Dia membasuh wajahnya dengan air beberapa kali
Lalu kembali menatap kearah cermin

Kamu terlalu payah
Payah katamu?
Bukankah selama ini kamu sendiri yang bilang..bahwa kamu kuat, kamu bisa, dan tidak akan pernah berputus asa?
Bukankah kamu sendiri yang berjanji untuk tidak menangis dalam keadaan sulit?

Hening kembali

Lelahmu itu hanya butuh jeda
Jeda untuk dirimu yang selama ini terlalu keras kepala

Iya aku memang terlalu keras kepala
Berusaha membuat semua orang menyukaimu, terlalu tinggi khayalanmu
Aku hanya tak ingin mengecewakan orang lain
Hei tapi tak semua orang sejalan denganmu
Tak bisa kamu menyenangkan semua orang
Dia menarik napas lagi
Iya

Ada banyak hal yang perlu kamu pikirkan, ada banyak hal yang tak perlu kamu pikirkan
Kamu sendiri yang tentukan..mau berfokus kemana..ke hal positif atau ke hal negatif?
Iya kamu boleh mengeluh, keluhkan semuanya pada Tuhan
Kamu masih manusia, semua usahamu serahkan ke Tuhan

Dia mencoba tersenyum
Jangan terlalu memaksakan senyuman
Iya aku tau, jawabnya
Tak semua orang harus tau apa yang aku rasakan, tak semua orang bisa mengerti, tapi setidaknya aku ingin terlihat baik-baik saja, lanjutnya
Kamu harus bahagia
Bahagiamu, kamu sendiri yang tentukan
Bahagiamu untuk dirimu
Semua yang kamu rasakan ya hanya kamu sendiri yang benar-benar bisa merasakan
Berhenti menyalahkan keadaan, berhenti memaki takdir
Berhenti berpikir bahwa kamu tak berguna
Sudah..sudah sedihnya, 
Jangan diteruskan
Semua akan baik-baik saja
Ingat
Semua akan baik-baik saja

Dia terlihat sedikit lega
Mungkin nanti malam
Mungkin nanti malam dia mengadu ke Tuhan


M.N.K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu