Langsung ke konten utama

Postingan

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...
Postingan terbaru

Harapan

    Kita semua tahu bahwa tidak ada yang tahu masa depan akan seperti apa. Tidak ada yang tahu hari esok akan seperti apa dan tidak ada yang berjanji segala hal dapat selalu berjalan dengan baik. Gapapa, hidup memang seperti itu. Mari bersyukur untuk kesempatan yang masih diberikan Tuhan. Mari berterima kasih untuk diri sendiri yang sudah bertahan sampai sejauh ini. Terima kasih juga untuk orang tua, teman, saudara dan orang-orang yang telah datang di kehidupan kita, baik yang memberikan kenangan manis maupun yang memberikan kenangan pahit. Iya, semua ada untuk kita terus bertumbuh. Terima kasih untuk segala kenangannya. Kita bertemu karena takdir oleh-NYA dan pasti ada tujuannya. Entah itu untuk belajar ataupun mengajarkan.     Untuk setiap hal di masa depan,semoga banyak hal-hal baik yang datang. Mari terus berharap dan berdoa untuk semua hal-hal baik. Nanti, kalaupun di depan banyak rintangan atau harapan tidak menjadi kenyataan, semoga semua dapat diterima d...

Kenang

Hari ini hujan turun begitu deras.. Lihat awan-awan hitam itu..terlihat dingin dan suram Benar, setiap kali hujan turun, kenangan selalu muncul.. Waktu berlalu cepat tapi kenangan itu masih menetap.. Aku masih ingat bagaimana suasana waktu itu.. Malam tiba dan kita masih terjebak di tengah guyuran hujan lebat.. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kita berdebat hanya karena kamu tidak mau memakai jas hujan.. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana perasaan khawatir ku waktu itu Aku juga masih ingat dengan jelas bagaimana kau dengan sabar mengantarku pulang ditengah guyuran hujan.. Terkadang aku merasa kita belum berakhir, padahal nyatanya kau tidak pernah lagi hadir Terkadang aku lupa, kalau sekarang kita sudah tidak bersama Kita dua orang asing yang bertemu lalu berpisah dan berakhir menjadi dua orang asing kembali.. Banyak kenangan saat hujan yang kita lalui bersama.. Terkadang aku ingin memutar waktu dan mengembalikannya ke masa lalu Tidak, bukan maksudku aku ingin mengulang hal-ha...

Terima Kasih

Sebagian orang mungkin masih enggan mengucapkan kata ini..kata terima kasih. Entah karena ego yang terlalu tinggi, sifat yang terlalu cuek, gengsi, rasa canggung yang memenuhi hati, tidak terbiasa atau memang tidak merasa perlu berterima kasih. Tidak ada yang salah. Semua orang punya pilihannya masing-masing. Tapi menurut ku, mengucapkan kata terima kasih merupakan suatu bentuk etika untuk menunjukkan bentuk menghargai, mengapresiasi, menghormati orang lain dan diri sendiri. Berterima kasih untuk niat baik orang lain, bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kita. Berterima kasih kepada diri sendiri, bahwa senang ataupun susah kita sudah berusaha menjalani hidup dengan baik. Terima kasih juga bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan, untuk setiap hal yang diberikan oleh-Nya dan untuk setiap hal yang telah dilalui selama ini.  Tidak ada salahnya mengucapkan kata terima kasih. Cukup dua kata, cukup kata terima kasih saja sudah membuat orang lain merasa dihargai. Membuat pertemana...

Kecewa

Apa yang menyebabkan kita kecewa? Ekspektasi kita yang terlalu tinggi. Kita menganggap semua orang akan memberikan respon sesuai yang kita harapkan dan inginkan.  Berarti, apakah kita tidak boleh berharap? tentu boleh, tapi kita juga harus bisa menerima jika harapan yang kita inginkan tidak menjadi kenyataan. Ya tinggal ada dua kemungkinan, harapan kita jadi kenyataan, atau malah menjadi kekecewaan. Jika kita mendapat kecewa, iya sudah, tidak apa-apa, memang itu salah satu konsekuensinya. Rasanya tentu sakit sekali dihati, bahkan terkadang sampai membuat kita menangis. Apalagi jika kita terlalu berharap ke manusia. Kalau gak sesuai, kita malah jadi marah, sedih, kecewa dan terkadang malah menyalahkan, mencaci diri sendiri yang menurut kita terlalu bodoh. Harusnya dari awal kita tahu, kita tak dapat mengendalikan maupun menebak isi hati dan pikiran orang lain. Apapun yang berlebihan, tentu tidak baik. Kita boleh berekspektasi tinggi, tapi jika kecewa yang didapat, kita tak bisa meny...

Ego

Kita adalah dua orang yang keras kepala Terlalu sering berbeda pandang dan pendapat Lebih mementingkan ego masing-masing Berusaha keras mempertahankan ego ketimbang menyelesaikan permasalahan dengan diskusi dan kepala dingin  Lalu, apa yang masih diharapkan dari dua orang yang sama-sama egois dan tidak bisa mengalah? Bukankah akan lebih baik kalau kita bisa meredam ego dan mencari titik tengahnya? Mungkin kita sama-sama perlu merenung.. Mencari tahu, apa yang salah dari diri kita.. Bukan bermaksud menang sendiri, tapi akan lebih baik jika dapat diterima oleh kedua belah pihak.. Kita perlu belajar mendengar dan menerima pendapat orang lain.. Kita perlu belajar apa itu kompromi.. Mungkin kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, tanpa perlu mengubahnya.. Sia-sia saja jika ingin mengubah orang lain, menjadi seseorang yang kita inginkan.. Semua yang berlebihan tentu tidak baik.. Kalau memang sudah tak ada yang bisa mengerti dan terlalu jadi egois, ya cukup diam, lal...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...