Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kenang

Hari ini hujan turun begitu deras.. Lihat awan-awan hitam itu..terlihat dingin dan suram Benar, setiap kali hujan turun, kenangan selalu muncul.. Waktu berlalu cepat tapi kenangan itu masih menetap.. Aku masih ingat bagaimana suasana waktu itu.. Malam tiba dan kita masih terjebak di tengah guyuran hujan lebat.. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kita berdebat hanya karena kamu tidak mau memakai jas hujan.. Aku masih ingat dengan jelas bagaimana perasaan khawatir ku waktu itu Aku juga masih ingat dengan jelas bagaimana kau dengan sabar mengantarku pulang ditengah guyuran hujan.. Terkadang aku merasa kita belum berakhir, padahal nyatanya kau tidak pernah lagi hadir Terkadang aku lupa, kalau sekarang kita sudah tidak bersama Kita dua orang asing yang bertemu lalu berpisah dan berakhir menjadi dua orang asing kembali.. Banyak kenangan saat hujan yang kita lalui bersama.. Terkadang aku ingin memutar waktu dan mengembalikannya ke masa lalu Tidak, bukan maksudku aku ingin mengulang hal-ha...

Terima Kasih

Sebagian orang mungkin masih enggan mengucapkan kata ini..kata terima kasih. Entah karena ego yang terlalu tinggi, sifat yang terlalu cuek, gengsi, rasa canggung yang memenuhi hati, tidak terbiasa atau memang tidak merasa perlu berterima kasih. Tidak ada yang salah. Semua orang punya pilihannya masing-masing. Tapi menurut ku, mengucapkan kata terima kasih merupakan suatu bentuk etika untuk menunjukkan bentuk menghargai, mengapresiasi, menghormati orang lain dan diri sendiri. Berterima kasih untuk niat baik orang lain, bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kita. Berterima kasih kepada diri sendiri, bahwa senang ataupun susah kita sudah berusaha menjalani hidup dengan baik. Terima kasih juga bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan, untuk setiap hal yang diberikan oleh-Nya dan untuk setiap hal yang telah dilalui selama ini.  Tidak ada salahnya mengucapkan kata terima kasih. Cukup dua kata, cukup kata terima kasih saja sudah membuat orang lain merasa dihargai. Membuat pertemana...

Kecewa

Apa yang menyebabkan kita kecewa? Ekspektasi kita yang terlalu tinggi. Kita menganggap semua orang akan memberikan respon sesuai yang kita harapkan dan inginkan.  Berarti, apakah kita tidak boleh berharap? tentu boleh, tapi kita juga harus bisa menerima jika harapan yang kita inginkan tidak menjadi kenyataan. Ya tinggal ada dua kemungkinan, harapan kita jadi kenyataan, atau malah menjadi kekecewaan. Jika kita mendapat kecewa, iya sudah, tidak apa-apa, memang itu salah satu konsekuensinya. Rasanya tentu sakit sekali dihati, bahkan terkadang sampai membuat kita menangis. Apalagi jika kita terlalu berharap ke manusia. Kalau gak sesuai, kita malah jadi marah, sedih, kecewa dan terkadang malah menyalahkan, mencaci diri sendiri yang menurut kita terlalu bodoh. Harusnya dari awal kita tahu, kita tak dapat mengendalikan maupun menebak isi hati dan pikiran orang lain. Apapun yang berlebihan, tentu tidak baik. Kita boleh berekspektasi tinggi, tapi jika kecewa yang didapat, kita tak bisa meny...

Ego

Kita adalah dua orang yang keras kepala Terlalu sering berbeda pandang dan pendapat Lebih mementingkan ego masing-masing Berusaha keras mempertahankan ego ketimbang menyelesaikan permasalahan dengan diskusi dan kepala dingin  Lalu, apa yang masih diharapkan dari dua orang yang sama-sama egois dan tidak bisa mengalah? Bukankah akan lebih baik kalau kita bisa meredam ego dan mencari titik tengahnya? Mungkin kita sama-sama perlu merenung.. Mencari tahu, apa yang salah dari diri kita.. Bukan bermaksud menang sendiri, tapi akan lebih baik jika dapat diterima oleh kedua belah pihak.. Kita perlu belajar mendengar dan menerima pendapat orang lain.. Kita perlu belajar apa itu kompromi.. Mungkin kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, tanpa perlu mengubahnya.. Sia-sia saja jika ingin mengubah orang lain, menjadi seseorang yang kita inginkan.. Semua yang berlebihan tentu tidak baik.. Kalau memang sudah tak ada yang bisa mengerti dan terlalu jadi egois, ya cukup diam, lal...