Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Semangkuk Bakso Kenangan

Aroma yang menguap dari kuah bakso dihadapanku, mengingatkan ku pada kamu Dulu, kamu sering mengajakku kemari Katamu bakso di kedai ini paling enak sekota Aku hanya mengangguk, mengiyakan Kamu suka bercerita banyak hal sembari menunggu pesanan datang Aku suka mendengarkan ceritamu sambil memandangi jalanan Kamu suka menyeruput kuah baksonya Sedangkan aku suka memandangi kamu yang makan begitu lahapnya Mungkin kamu masih sering mengunjungi kedai ini Entah sendiri atau beramai-beramai Aku juga masih sering mampir kemari Sendirian Aku menyukai tempat ini Menyukai baksonya, pangsitnya, es teh nya, kenangannya Aku suka mengenang Mengenang kamu, mengenang kita.. Bukan, bukan maksudku menyuruhmu kembali Aku hanya menikmati kenangan yang hadir Aku tak akan menyalahkan takdir Biar semesta yang menyembuhkan Sudah ya mengenangnya Aku mau makan baksoku dulu sebelum dingin #M.N.K *Terispirasi dari teman-teman kantor yang membahas bakso dua hari ini😁

Rindu Hujan

Bumi menatap langit Dilihatnya langit cerah Matahari sedang bahagia Berseri-seri sepanjang hari Kemana perginya awan hitam? Mungkin sedang tertidur Enggan dibangunkan Mungkin sedang mimpi indah Angin sedang bercanda dengan pohon Tawanya menerbangkan daun-daun Tanah sedang sedih Dia rindu hujan Kenapa hujan tak kunjung datang? Dia sudah menunggu lama Oh..dia lupa Tak ada yang berjanji dia akan datang Tapi Mungkin besok Atau lusa Atau minggu depan Atau tahun depan Hujan akan datang Dia tidak akan lupa berkunjung kemari bukan? Dan pelangi akan ikut serta Tanah akan tersenyum Pohon akan tumbuh Bunga-bunga akan mekar Anak-anak akan bahagia Menari dibawah hujan diiringi gelak tawa.. Sampai mereka dipanggil Untuk segera masuk rumah.. Ibu takut mereka sakit Tapi tetap saja Hujan terlalu menarik Sayang untuk dilewatkan

DIA YANG TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA

Hening Kosong Dia berjalan menuju cermin Dia berdiri disana Mendekat kearah cermin Ditatapnya dirinya disana Ditatapnya mata itu Hai siapa kamu? tanyanya Aku adalah kamu dan kamu adalah aku jawabnya Mengapa kamu memasang wajah seperti itu? tanyanya lagi Lihat wajah kusut itu, lihat mata itu..seperti bukan kamu..katanya Dia terdiam.. Lalu, beberapa kali menarik napas panjang Seperti ada beban berat disana "Aku lelah" Jawabnya memecah hening Berkeluh kesahlah Tapi katanya tidak boleh mengeluh? Tapi apa mungkin manusia tak mengeluh? Hening Dia memutar keran air Dia membasuh wajahnya dengan air beberapa kali Lalu kembali menatap kearah cermin Kamu terlalu payah Payah katamu? Bukankah selama ini kamu sendiri yang bilang..bahwa kamu kuat, kamu bisa, dan tidak akan pernah berputus asa? Bukankah kamu sendiri yang berjanji untuk tidak menangis dalam keadaan sulit? Hening kembali Lelahmu itu hanya butuh jeda Jeda untuk dirimu yang selama ini terlalu ...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Arus Balik

Lalu lintas kota Ramai, sesak Macet dimana-mana Suara klakson sesekali terdengar Tidak sabaran ingin segera berjalan Ada yang mengumpat Ada yang menggerutu dalam hati Ada yang tetap santai dan masa bodoh dengan apa yang terjadi Ada yang cemas, gelisah Takut telat, takut tertinggal.. Ada yang tidak sabaran.. menerobos semua rambu jalan.. Ada yang berhati hati sekali..tak berani menyalip kanan kiri tapi sebelumnya Ada sedih yang menggantung, Kakinya sulit melangkah Terasa berat Tergantung beban ingin tetap tinggal Salam terucap, diiringi lambaian tangan.. Selamat tinggal, sampai bertemu lagi katanya.. Ada doa dan harapan yang terus dipanjatkan Semoga ada kesempatan Semoga dapat bertemu lagi di hari yang akan datang..

Masih Sama

Saya masih sama.. Masih suka baca buku Masih suka bernyanyi Masih suka mendengarkan lagu Saya masih sama.. Senang berjalan sendirian Senang melihat senja, melihat matahari terbit Senang berlama-lama memandang langit ketika malam Memandangi bulan, memandangi bintang Senang melihat langit biru yang membentang Senang ketika hujan turun..tapi kadang mengeluh ketika mendung Saya masih sama.. Untuk penilaian manusia yang mengatakan saya begini saya begitu..itu tak masalah bagi saya.. Saya senang menjadi diri saya sendiri Cara memandang orang-orang saja yang berbeda Saya masih diri saya.. Bukan menjadi kamu atau mereka..

Mendung

Cuaca cepat berubah Tadi cerah Sekarang, coba tengok langit Siapakah yang sedang rindu? Sampai membawa mendung kemari Sangat pekat..pasti rindunya sangat berat Lihat.. Sebentar lagi, air matanya akan jatuh Kenangannya akan luruh -MN-

Self Reminder

Senyumnya pergi.. Air matanya datang.. Hidup.. Kadang senang..kadang sedih.. Kadang kecewa, kadang putus asa.. Toh semua hanya "kadang" Hanya bersifat sementara.. Sudah ada takarannya.. ada porsinya masing-masing.. Disyukuri saja.. dijalani saja.. Belajar Ikhlas.. belajar sabar.. -MN-

Rindu

Ada kata bernama rindu.. Tergantung di langit-langit malam.. Jatuh terbawa rintik hujan.. Bagai debu..bertebaran dihembus angin.. Berdetak diantara detak jarum jam yang terus berputar.. Masih tertumpuk rapi dalam rak bernama hati.. ~MN~