Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Kecewa

Apa yang menyebabkan kita kecewa? Ekspektasi kita yang terlalu tinggi. Kita menganggap semua orang akan memberikan respon sesuai yang kita harapkan dan inginkan.  Berarti, apakah kita tidak boleh berharap? tentu boleh, tapi kita juga harus bisa menerima jika harapan yang kita inginkan tidak menjadi kenyataan. Ya tinggal ada dua kemungkinan, harapan kita jadi kenyataan, atau malah menjadi kekecewaan. Jika kita mendapat kecewa, iya sudah, tidak apa-apa, memang itu salah satu konsekuensinya. Rasanya tentu sakit sekali dihati, bahkan terkadang sampai membuat kita menangis. Apalagi jika kita terlalu berharap ke manusia. Kalau gak sesuai, kita malah jadi marah, sedih, kecewa dan terkadang malah menyalahkan, mencaci diri sendiri yang menurut kita terlalu bodoh. Harusnya dari awal kita tahu, kita tak dapat mengendalikan maupun menebak isi hati dan pikiran orang lain. Apapun yang berlebihan, tentu tidak baik. Kita boleh berekspektasi tinggi, tapi jika kecewa yang didapat, kita tak bisa meny...

Ego

Kita adalah dua orang yang keras kepala Terlalu sering berbeda pandang dan pendapat Lebih mementingkan ego masing-masing Berusaha keras mempertahankan ego ketimbang menyelesaikan permasalahan dengan diskusi dan kepala dingin  Lalu, apa yang masih diharapkan dari dua orang yang sama-sama egois dan tidak bisa mengalah? Bukankah akan lebih baik kalau kita bisa meredam ego dan mencari titik tengahnya? Mungkin kita sama-sama perlu merenung.. Mencari tahu, apa yang salah dari diri kita.. Bukan bermaksud menang sendiri, tapi akan lebih baik jika dapat diterima oleh kedua belah pihak.. Kita perlu belajar mendengar dan menerima pendapat orang lain.. Kita perlu belajar apa itu kompromi.. Mungkin kita harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, tanpa perlu mengubahnya.. Sia-sia saja jika ingin mengubah orang lain, menjadi seseorang yang kita inginkan.. Semua yang berlebihan tentu tidak baik.. Kalau memang sudah tak ada yang bisa mengerti dan terlalu jadi egois, ya cukup diam, lal...