Langsung ke konten utama

Semangkuk Bakso Kenangan

Aroma yang menguap dari kuah bakso dihadapanku, mengingatkan ku pada kamu
Dulu, kamu sering mengajakku kemari
Katamu bakso di kedai ini paling enak sekota
Aku hanya mengangguk, mengiyakan

Kamu suka bercerita banyak hal sembari menunggu pesanan datang
Aku suka mendengarkan ceritamu sambil memandangi jalanan

Kamu suka menyeruput kuah baksonya
Sedangkan aku suka memandangi kamu yang makan begitu lahapnya

Mungkin kamu masih sering mengunjungi kedai ini
Entah sendiri atau beramai-beramai
Aku juga masih sering mampir kemari
Sendirian
Aku menyukai tempat ini
Menyukai baksonya, pangsitnya, es teh nya, kenangannya
Aku suka mengenang
Mengenang kamu, mengenang kita..
Bukan, bukan maksudku menyuruhmu kembali
Aku hanya menikmati kenangan yang hadir
Aku tak akan menyalahkan takdir
Biar semesta yang menyembuhkan

Sudah ya mengenangnya
Aku mau makan baksoku dulu sebelum dingin


#M.N.K
*Terispirasi dari teman-teman kantor yang membahas bakso dua hari ini😁








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu