Langsung ke konten utama

Cinta Tak Pernah Tepat Waktu

Cinta tak pernah tepat waktu
Itu kata mas Puthut EA
Iya benar, cinta tak pernah datang tepat waktu
Seperti sekarang, aku jatuh cinta padamu
Tak pernah direncanakan sebelumnya
Semuanya mengalir begitu saja
Pertemuan tak terduga, kita hanya sama-sama tersenyum canggung
Dilanjutkan saling follow akun instagram, lalu saling bertukar nomor WhatsApp
Dan dilanjutkan dengan kita yang saling berkirim kabar
Awalnya, aku biasa saja
Tapi cerita darimu selalu menarik untuk didengarkan
Perhatian-perhatian kecilmu
Kamu yang selalu menyempatkan berkabar walau sedang sibuk dengan pekerjaan
Hal-hal receh yang sering kamu ucapkan
Kamu selalu bisa menenangkan
Bahwa gak ada hal-hal rumit yang perlu dicemaskan
Mungkin karena itu
Nyaman perlahan hadir
Tapi aku gak tahu
Aku gak tahu gimana perasaanmu padaku
Dan aku tidak mau berekspektasi terlalu tinggi
Aku takut kecewa dengan harapanku sendiri
Aku ingin biasa-biasa saja
Aku ingin perasaan ini biasa, tapi rupanya gak bisa
Maaf ya kalau aku ada rasa
Ada yang mengontrol perasaanku selain aku
Iya aku tahu, kamu gak harus membalas rasa itu
Gapapa
Itu sudah resiko dari aku, untuk aku sendiri
Aku cuma memberitahumu saja
Biar aku sedikit lega

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu