Langsung ke konten utama

Terima Kasih

Sebagian orang mungkin masih enggan mengucapkan kata ini..kata terima kasih. Entah karena ego yang terlalu tinggi, sifat yang terlalu cuek, gengsi, rasa canggung yang memenuhi hati, tidak terbiasa atau memang tidak merasa perlu berterima kasih. Tidak ada yang salah. Semua orang punya pilihannya masing-masing. Tapi menurut ku, mengucapkan kata terima kasih merupakan suatu bentuk etika untuk menunjukkan bentuk menghargai, mengapresiasi, menghormati orang lain dan diri sendiri. Berterima kasih untuk niat baik orang lain, bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap kita. Berterima kasih kepada diri sendiri, bahwa senang ataupun susah kita sudah berusaha menjalani hidup dengan baik. Terima kasih juga bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan, untuk setiap hal yang diberikan oleh-Nya dan untuk setiap hal yang telah dilalui selama ini. 

Tidak ada salahnya mengucapkan kata terima kasih. Cukup dua kata, cukup kata terima kasih saja sudah membuat orang lain merasa dihargai. Membuat pertemanan dan hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik. Coba sedikit saja melihat orang lain, sedikit saja menghargai orang-orang yang masih peduli dengan kita. Menghargai orang-orang yang memang tulus dengan kita dengan mengucapkan kata terima kasih untuk bantuan, untuk sesuatu yang diberikan, untuk waktu, untuk setiap hal yang kita terima. Kalau belum terbiasa, bisa dimulai sedikit-sedikit, pelan-pelan. Mulai dari diri sendiri dulu, orang-orang di sekitar, lalu di lingkup yang lebih luas. 

Aku pun juga tidak memaksa orang lain untuk sepaham dan sependapat dengan ku. Ya, ini hanya opiniku semata. 

Semua tergantung pribadi masing-masing. Semoga dapat terus berkembang, terus belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.

M.N.K

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu