Langsung ke konten utama

Masalah Berkuliah Sambil Bekerja (Part 2)

Bagian kedua dari cerita saya tentang kendala yang saya hadapi ketika harus kuliah dan juga bekerja.         

      Saya memilih kelas karyawan di Universitas PGRI Madiun dengan mengambil Program Pendidikan Manajemen. Jadwal pelajaran kelas karyawan dilaksanakan pada jam sore sepulang bekerja. Saya harus pintar membagi waktu antara kuliah dengan bekerja. Awal masuk kuliah saya sangat antusias karena sudah lama tidak merasakan suasana belajar di ruang kelas. Saya mendapat banyak teman baru dari berbagai daerah dan bekerja di berbagai bidang. Kami saling share pengalaman di tempat kerja masing-masing. Semua berjalan dengan lancar. Akan tetapi, antusias tersebut hanya berjalan diawal masuk perkuliahan. Semakin lama, saya merasakan banyak kendala yang saya hadapi. Pertama, banyak mata kuliah yang dimulai pada pukul 17.00 WIB sedangkan jadwal pulang kantor pukul 17.00 WIB bahkan lebih. Saya dan beberapa teman yang sama-sama bekerja di PT INKA sering izin kepada dosen yang mengajar jika harus datang terlambat. Kami sering tertinggal materi pelajaran akibat datang terlambat. Terkadang ketika kami datang, pelajaran sudah selesai.
            Kendala selanjutnya yang saya alami adalah masalah waktu dan istirahat. Dalam satu hari kuliah terdapat dua mata pelajaran. Satu sesi mata kuliah dilaksanakan selama 60 menit. Jika pelajaran dimulai pukul 17.00, selesainya pukul 18.00 WIB atau bisa lebih. Sedangkan jam kedua dimulai dari pukul 18.30 sampai pukul 20.00 WIB. Jarak kampus dengan rumah sekitar 25 menit. Sampai rumah pukul 20.30 malam. Sampai rumah saya sudah merasa kelelahan. Belum lagi tugas-tugas yang diberikan harus segera diselesaikan. Saya sering begadang untuk mengerjakan tugas dari kampus. Hal ini tentu sangat memengaruhi jam istirahat karena besok pagi harus segera bagun untuk bekerja kembali. Rasa lelah ini kerap kali membuat saya jadi menunda-nunda untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Jika sudah tidak kuat untuk begadang, saya memilih tidur dan bangun pagi-pagi sekali untuk mengerjakan tugas yang semalam saya tinggal. Terkadang rasa kantuk masih saya rasakan ketika sudah berada di kantor. Rasa kantuk yang saya rasakan sangat mengganggu produktifitas. Saya menjadi terlihat kurang fit dan kurang bersemangat. Saya mencoba mengurangi rasa kantuk tersebut dengan berjalan-jalan sebentar dan menyapa rekan kantor yang saya temui, berbincang, lalu menyemangati diri sendiri.
            Kendala yang lain adalah tugas kantor yang banyak ditambah lagi tugas kuliah. Pikiran dan tenaga sangat terkuras. Di kantor saya dituntut untuk menyelesaikan pekerjaan dengan professional. Perlu konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. Terkadang konsentrasi saya terpecah antara tugas kantor dengan tugas kuliah. Jika ada tugas kuliah yang belum selesai, saya merasa panik sehingga menyebabkan tugas kantor saya menjadi terganggu. Hal tersebut tidak bisa dibiarkan terus menerus. Untuk menyiasatinya, ketika ada waktu luang atau pekerjaan kantor saya sudah selesai, saya menggunakan waktu luang tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliah. Manajer saya mengerti dan memahaminya sehingga saya tidak dimarahi.
        Selanjutnya, masalah yang saya hadapi saat bekerja dan kuliah adalah pola makan kurang teratur. Terkadang, karena banyak tugas yang saya kerjakan, saya jadi menunda-nunda makan dan kadang sampai lupa makan. Ibu saya sering mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan. Walapun sibuk harus tetap disempatkan untuk makan. Pada akhirnya, ibu yang sering mengambilkan makan malam ketika saya sedang mengerjakan tugas di rumah.
       Masalah saya yang selanjutnya adalah ketika ada tugas kelompok dan saya mendapatkan kelompok dimana anak-anakanya super sibuk. Kami tidak bisa bertemu langsung untuk membicarakan pembagian tugas. Akhirnya, kami hanya bisa membagi tugas tersebut lewat whatsapp. Kesusahan lain yang dirasakan saat tugas kelompok untuk presentasi adalah ada teman yang tidak punya buku pelajaran dan dia tidak mau berusaha untuk pinjam atau browsing materi di internet. Mau tak mau, kami harus mengalah dan mengerjakan tugas tersebut. Setelah pembagian tugas selesai, kami mengerjakan masing-masing lalu mengirimkannya pada grup WA yang sudah dibuat untuk dicek kembali apakah ada yang kurang dan dipelajari untuk bahan presentasi.
         Kendala yang paling serius menurut saya adalah ketika waktu pembayaran semester. Tagihan muncul saat belum gajian. Ingin meminta orang tua, tapi ada rasa tidak enak dalam hati. Sudah bekerja dan malah minta uang ke orang tua memberikan rasa tidak nyaman. Masalah yang lebih pelik, ada tenggat waktu pembayarannya.
          Banyak kendala yang saya hadapi saat saya kuliah dan bekerja. Beberapa sudah saya ceritakan di atas. Tapi apapun kendala tersebut harus bisa dihadapi. Jalan yang sudah dipilih harus dilalui dengan ikhlas dan sabar. Apapun pilihannya harus bisa dipertanggung jawabkan. Saya sudah memilih untuk bekerja dan juga kuliah. Saya harus bisa menyelesaikan keduanya. Ada keluarga dan teman yang selalu mendukung dan menyemangati saya. Saya bersyukur bisa berada di lingkungan positif yang mendukung saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Setiap masalah pasti ada solusinya harus dihadapi jangan malah dilawan atau malah ditinggal lari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hai, apa kabar?

Hai teman-teman, apa kabar? Rasanya sudah lama sekali aku tidak menulis. Terakhir aku posting tulisan di blog ini tahun 2022 awal. Tentang Harapan. Gak terasa ya, sekarang sudah tahun 2024. Waktu berlalu sangat cepat. Banyak peristiwa manis pahit yang sudah berhasil dilalui. Banyak hal-hal tak terduga, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, terjadi di tahun kemarin. Bisa dibilang, tahun 2023 menjadi tahun yang berat bagi ku. Mungkin dari kalian ada yang merasakan hal yang sama. Banyak sekali yang ingin aku tuliskan dalam blog ini. Enaknya cerita yang mana dulu ya..eemmm..mungkin kita bisa mulai dari cerita yang membuat aku banyak meneteskan air mata karena rasanya sangat berat untuk dilalui. Kalian masih ingat gak cerita ku yang berjudul senja bersama ayah? atau sudah banyak yang lupa? atau ada yang belum baca? oke, gapapa, bisa dibaca ulang..hehehe. Ceritanya masih ada di blog ini, belum aku hapus. Kalian tahu gak fakta menarik dari cerita bersambung yang belum ada endingnya di senja b...

Gak Enakan

Susah ya jadi orang gak enakan. Mau menolak sesuatu yang tidak diinginkan itu susah sekali. Kata yang paling berat diucapkan adalah kata "Tidak". Kenapa bisa seperti itu? Iya aku juga gak tahu. Mungkin sudah menjadi kebiasaan. Rasanya setiap kali ada yang minta bantuan, aku harus membantu. Kalau bilang tidak atau menolak, malah jadi takut menyakiti hati orang lain. Takut dibilang sombong. Takut dibilang egois.  Mau menolak itu rasanya kaya jadi orang terjahat, takut kalau suatu hari balik ke diri sendiri.  Tapi benar, lama-lama jadi sangat toxic. Kita malah tidak memerhatikan diri kita sendiri.  Lupa, kalau diri juga punya  batasan dan kapasitas sendiri .  Lebih  memerhatikan dan menuruti permintaan orang lain, padahal yang paling utama adalah diri sendiri. Kadang jadi egois itu juga perlu. Harus bisa bilang tidak dan gak mau. Harus bisa menolak kalau memang tidak bisa membantu. Jangan menyulitkan diri sendiri. Pastinya orang lain juga akan tahu apa yang k...
Hujan Bulan Juni Oleh Sapardi Djoko Damono Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu